<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dedenrudiansyah's Weblog</title>
	<atom:link href="http://dedenrudiansyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2009 06:01:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dedenrudiansyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dedenrudiansyah's Weblog</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dedenrudiansyah.wordpress.com/osd.xml" title="Dedenrudiansyah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pola Turunnya Al-Quran &#8211;&gt; Pola Belajar</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2009/06/05/pola-turunnya-al-quran-pola-belajar/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2009/06/05/pola-turunnya-al-quran-pola-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 04:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2009/06/05/pola-turunnya-al-quran-pola-belajar/</guid>
		<description><![CDATA[Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Dalam Al-Quran sendiri diceritakan bahwa ada Kaum Quraisy yang mempertanyakan pola penurunan tersebut. Al-Quran sendiri yang menjawab bahwa turunnya Al-Quran secara berangsur merupakan suatu metode agar Al-Quran lebih mudah dipahami. Ayat Al-Quran diturunkan berangsur dengan tema yang sesuai dengan kondisi atau masalah yang dihadapi saat itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=104&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Dalam Al-Quran sendiri diceritakan bahwa ada Kaum Quraisy yang mempertanyakan pola penurunan tersebut. Al-Quran sendiri yang menjawab bahwa turunnya Al-Quran secara berangsur merupakan suatu metode agar Al-Quran lebih mudah dipahami. Ayat Al-Quran diturunkan berangsur dengan tema yang sesuai dengan kondisi atau masalah yang dihadapi saat itu. Dengan pola ini, maka Rasul dan Para Sahabat dapat memahami secara dalam karena langsung menerapkan isi ayat Al-Quran terhadap kondisi atau permasalahan yang ada.</p>
<p>Dari uraian di atas, dapat diambil tiga pelajaran.</p>
<p>pertama, Allah mengajarkan metode yang alami kepada manusia. Allah tidak mengajarkan sesuatu yang fantastis, seperti dalam sekejap Al-Quran dipahami. Tetapi Allah mengajarkan suatu metode yang bisa diikuti oleh setiap manusia, sebuah metode yang wajar, namun memiliki hasil yang maksimal. </p>
<p>Kedua, memahami Ayat Al-Quran tidak bisa terlepas dari kondisi saat turunnya ayat. Dalam istilah ilmu tafsir, terkenal pentingnya asbabun-nuzul (sebab turunnya ayat).</p>
<p>Ketiga, mengenai metode pembelajaran. Allah adalah Sang Maha Guru. Manusia semakin hari semakin belajar melewati penelitian terhadap alam, ciptaan Sang Maha Guru. Melewati penurunan Al-Quran ini, nampaknya Allah mengajarkan kepada manusia bahwa pola belajar yang baik adalah pola belajar &#8220;learning by doing&#8221;, pola belajar yang diiringi dengan praktek. Selain itu, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Maka, diperlukan perencanaan yang matang mengenai arah pembelajaran (misal jurusan kuliah), agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=104&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2009/06/05/pola-turunnya-al-quran-pola-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umar Bin Abdul Aziz</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2009/05/02/umar-bin-abdul-aziz/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2009/05/02/umar-bin-abdul-aziz/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 15:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir rahmaanir rahiim UMAR BIN ABDUL AZIZ Oleh : Renny Ariyani Sekilas Umar bin Abdul Aziz Umar bin Abdul Aziz disebut para ulama sebagai khulafa’ur rasyidin ke-5, karena kesamaan manhaj kepemimpinan beliau dengan empat khalifah pertama penerus Rasulullah saw. Nama lengkapnya Abu Hafsh Umar bin Abdul Aziz Marwan bin Al-Hakam. Ia seorang pemimpin dari generasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=102&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahir rahmaanir rahiim<br />
UMAR BIN ABDUL AZIZ<br />
Oleh : Renny Ariyani<br />
Sekilas Umar bin Abdul Aziz<br />
Umar bin Abdul Aziz disebut para ulama sebagai khulafa’ur rasyidin ke-5, karena kesamaan manhaj kepemimpinan beliau dengan empat khalifah pertama penerus Rasulullah saw. Nama lengkapnya Abu Hafsh Umar bin Abdul Aziz Marwan bin Al-Hakam. Ia seorang pemimpin dari generasi tabi’in. Lahir di Halwan Mesir tahun 61 H. Dibai’at menjadi khalifah pada saat wafat saudara sepupunya, Sulaiman bin Abdul Malik, pada tahun 91 H.<br />
Pada saat dibai’at Umar bin Abdul Aziz berpidato. ”Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada kitab sesudah Al-Qur’an dan tidak ada nabi sesudah Muhammad saw. Saya bukanlah qadhi (hakim), tetapi saya adalah pelaksana. Saya bukanlah tukang bid’ah, tetapi pengikut setia. Dan saya bukanlah yang terbaik di antara kalian, tetapi saya adalah yang paling berat tanggung jawabnya di antara kalian. Orang yang lari dari imam yang zhalim, bukanlah kezhaliman. Ingatlah, tidak ada ketaatan pada makhluk dalam kemaksiatan pada Khalik,” begitu sebagian isi pidatonya.<br />
Umar bin Abdul Aziz adalah pemimpin yang sangat wara’, zuhud, bersih, dan peduli pada umat. Istrinya menceritakan bahwa pada suatu hari sedang di kamar tidur dan ingat tentang akhirat, beliau gemetar seperti burung dalam air, duduk, dan menangis. Sedangkan perhatiannya kepada umat sangat besar. Ketika akan istirahat siang sejenak karena capai melaksanakan tugas, anaknya memberi nasihat, ”Apakah Ayah menjamin umur ayah akan panjang sesudah istirahat sehingga menunda banyak urusan yang harus diselesaikan?” Umar bin Abdul Aziz tidak jadi istirahat dan langsung meneruskan tugasnya.<br />
Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah hanya dua tahun lebih. Tetapi pada masa itu sangat banyak kesuksesan yang beliau lakukan. Beliau yang menghapuskan caci-maki terhadap Imam Ali dan keluarganya yang dilakukan khatib saat khutbah Jum’at dan mengganti dengan membaca surat An-Nahl ayat 90. Sampai sekarang khutbah Jum’at membaca ayat itu mengikuti sunnah yang baik dari Umar bin Abdul Aziz. Beliau juga menolak Nepotisme dari keluarganya, Bani Umayyah.<br />
Dalam masalah ilmu dan kekhusyu’an, Umar bin Abdul Aziz adalah termasuk ulama panutan. Berkata Maimun bin Mahran, ”Para ulama di hadapan Umar bin Abdul Aziz menjadi murid. Beliau adalah gurunya para ulama.” Di masa beliaulah penulisan hadits-hadits Rasululah saw. dilakukan sehingga berkembanglah tadwin hadits dan penulisan buku hadits.<br />
Sedangkan ibadahnya sangat menyerupai Rasululah saw. Anas bin Malik r.a. berkata, ”Saya tidak shalat berjamaah bersama imam yang lebih menyerupai shalatnya Rasulullah daripada shalat bersama pemuda ini (Umar bin Abdul Aziz) ketika beliau di Madinah.” Anas meneruskan, ”Beliau menyempurnakan ruku’ dan sujud, dan memendekkan berdiri dan baca Al-Qur’an.”<br />
Biografi<br />
Keluarga<br />
Ayahnya adalah Abdul-Aziz bin Marwan, gubernur Mesir dan adik dari Khalifah Abdul-Malik. Ibunya adalah Ummu Asim binti Asim. Umar adalah cicit dari Khulafaur Rasyidin kedua Umar bin Khattab, dimana Muslim Sunni menghormatinya sebagai salah seorang Sahabat Nabi yang paling dekat.<br />
Silsilah<br />
Umar dilahirkan sekitar tahun 682. Beberapa tradisi menyatakan ia dilahirkan di Madinah, sedangkan lainnya mengklaim ia lahir di Mesir. Umar dibesarkan di Madinah, dibawah bimbingan Ibnu Umar, salah seorang periwayat hadis terbanyak.<br />
Menurut tradisi Muslim Sunni, silsilah keturunan Umar dengan Umar bin Khattab terkait dengan sebuah peristiwa terkenal yang terjadi pada masa kekuasaan Umar bin Khattab.<br />
&#8220;Khalifah Umar sangat terkenal dengan kegiatannya beronda pada malam hari di sekitar daerah kekuasaannya. Pada suatu malam beliau mendengar dialog seorang anak perempuan dan ibunya, seorang penjual susu yang miskin.<br />
Kata ibu “Wahai anakku, segeralah kita tambah air dalam susu ini supaya terlihat banyak sebelum terbit matahari”<br />
Anaknya menjawab “Kita tidak boleh berbuat seperti itu ibu, Amirul Mukminin melarang kita berbuat begini”<br />
Si ibu masih mendesak “Tidak mengapa, Amirul Mukminin tidak akan tahu”.<br />
Balas si anak “Jika Amirul Mukminin tidak tahu, tapi Tuhan Amirul Mukminin tahu”.<br />
Umar yang mendengar kemudian menangis. Betapa mulianya hati anak gadis itu.<br />
Ketika pulang ke rumah, Umar bin Khattab menyuruh anak lelakinya, Asim menikahi gadis itu.<br />
Kata Umar, &#8220;Semoga lahir dari keturunan gadis ini bakal pemimpin Islam yang hebat kelak yang akan memimpin orang-orang Arab dan Ajam”.<br />
Asim yang taat tanpa banyak tanya segera menikahi gadis miskin tersebut. Pernikahan ini melahirkan anak perempuan bernama Laila yang lebih dikenal dengan sebutan Ummu Asim. Ketika dewasa Ummu Asim menikah dengan Abdul-Aziz bin Marwan yang melahirkan Umar bin Abdul-Aziz.<br />
Kehidupan awal<br />
Umar dibesarkan di Madinah, dibawah bimbingan Ibnu Umar, salah seorang periwayat hadis terbanyak. Ia tinggal di sana sampai kematiannya ayahnya, dimana kemudian ia dipanggil ke Damaskus oleh Abdul-Malik dan menikah dengan anak perempuannya Fatimah. Ayah mertuanya kemudian segera meninggal dan ia diangkat pada tahun 706 sebagai gubernur Madinah oleh khalifah Al-Walid<br />
715 – 715: era Al-Walid I<br />
Tidak seperti sebagaian besar penguasa pada saat itu, Umar membentuk sebuah dewan yang kemudian bersama-sama dengannya menjalankan pemerintahan provinsi. Masa di Madinah itu menjadi masa yang jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, dimana keluhan-keluhan resmi ke Damaskus berkurang dan dapat diselesaikan di Madinah, sebagai tambahan banyak orang yang berimigrasi ke Madinah dari Iraq, mencari perlindungan dari gubernur mereka yang kejam, Al-Hajjaj bin Yusuf. Hal tersebut menyebabkan kemarahan Al-Hajjaj, dan ia menekan al-Walid I untuk memberhentikan Umar. al-Walid I tunduk kepada tekanan Al-Hajjaj dan memberhentikan Umar dari jabatannya. Tetapi sejak itu, Umar sudah memiliki reputasi yang tinggi di Kekhalifahan Islam pada masa itu.<br />
Pada era Al-Walid I ini juga tercatat tentang keputusan khalifah yang kontroversial untuk memperluas area disekitar masjid Nabawi sehingga rumah Rasulullah ikut direnovasi. Umar membacakan keputusan ini di depan penduduk Madinah termasuk ulama mereka, Said Al Musayyib sehingga banyak dari mereka yang mencucurkan air mata. Berkata Said Al-Musayyib : &#8220;Sungguh aku berharap agar rumah Rasulullah tetap dibiarkan seperti apa adanya sehingga generasi Islam yang akan datang dapat mengetahui bagaimana sesungguhnya tata cara hidup beliau yang sederhana&#8221;<br />
715 – 717: era Sulaiman<br />
Umar tetap tinggal di Madinah selama masa sisa pemerintahan al-Walid I dan kemudian dilanjutkan oleh saudara al-Walid, Sulaiman. Sulaiman, yang juga merupakan sepupu Umar selalu mengagumi Umar, dan menolak untuk menunjuk saudara kandung dan anaknya sendiri pada saat pemilihan khalifah dan menunjuk Umar.<br />
Kedekatan Umar dengan Sulaiman<br />
Sulaiman bin Abdul-Malik merupakan sepupu langsung dengan Umar. Mereka berdua sangat erat dan selalu bersama. Pada masa pemerintahan Sulaiman bin Abdul-Malik, dunia dinaungi pemerintahan Islam. Kekuasaan Bani Umayyah sangat kukuh dan stabil.<br />
Suatu hari, Sulaiman mengajak Umar ke markas pasukan Bani Umayyah.<br />
Sulaiman bertanya kepada Umar &#8220;Apakah yang kau lihat wahai Umar bin Abdul-Aziz?&#8221; dengan niat agar dapat membakar semangat Umar ketika melihat kekuatan pasukan yang telah dilatih.<br />
Namun jawab Umar, &#8220;Aku sedang lihat dunia itu sedang makan antara satu dengan yang lain, dan engkau adalah orang yang paling bertanggung jawab dan akan ditanyakan oleh Allah mengenainya&#8221;.<br />
Khalifah Sulaiman berkata lagi &#8220;Engkau tidak kagumkah dengan kehebatan pemerintahan kita ini?&#8221;<br />
Balas Umar lagi, &#8220;Bahkan yang paling hebat dan mengagumkan adalah orang yang mengenali Allah kemudian mendurhakai-Nya, mengenali setan kemudian mengikutinya, mengenali dunia kemudian condong kepada dunia&#8221;.<br />
Jika Khalifah Sulaiman adalah pemimpin biasa, sudah barang tentu akan marah dengan kata-kata Umar bin Abdul-Aziz, namun beliau menerima dengan hati terbuka bahkan kagum dengan kata-kata itu.<br />
Menjadi khalifah<br />
Umar menjadi khalifah menggantikan Sulaiman yang wafat pada tahun 716. Beliau di bai&#8217;at sebagai khalifah pada hari Jumat setelah shalat Jumat. Hari itu juga setelah ashar, rakyat dapat langsung merasakan perubahan kebijakan khalifah baru ini. Khalifah Umar, masih satu nasab dengan Khalifah kedua, Umar bin Khattab dari garis ibu.<br />
Zaman pemerintahannya berhasil memulihkan keadaan negaranya dan mengkondisikan negaranya seperti saat 4 khalifah pertama (Khulafaur Rasyidin) memerintah. Kebijakannya dan kesederhanaan hidupnya pun tak kalah dengan 4 khalifah pertama itu. Karena itu banyak ahli sejarah menjuluki beliau dengan Khulafaur Rasyidin ke-5. Khalifah Umar ini hanya memerintah selama tiga tahun kurang sedikit. Menurut riwayat, beliau meninggal karena dibunuh (diracun) oleh pembantunya.<br />
Sebelum menjabat<br />
Menjelang wafatnya Sulaiman, penasihat kerajaan bernama Raja’ bin Haiwah menasihati beliau, &#8220;Wahai Amirul Mukminin, antara perkara yang menyebabkan engkau dijaga di dalam kubur dan menerima syafaat dari Allah di akhirat kelak adalah apabila engkau tinggalkan untuk orang Islam khalifah yang adil, maka siapakah pilihanmu?&#8221;. Jawab Khalifah Sulaiman, &#8220;Aku melihat Umar Ibn Abdul Aziz&#8221;.<br />
Surat wasiat diarahkan supaya ditulis nama Umar bin Abdul-Aziz sebagai penerus kekhalifahan, tetapi dirahasiakan darai kalangan menteri dan keluarga. Sebelum wafatnya Sulaiman, beliau memerintahkan agar para menteri dan para gubernur berbai’ah dengan nama bakal khalifah yang tercantum dalam surat wasiat tersebut.<br />
Naiknya Umar sebagai Amirul Mukminin<br />
Seluruh umat Islam berkumpul di dalam masjid dalam keadaan bertanya-tanya, siapa khalifah mereka yang baru. Raja’ Ibn Haiwah mengumumkan,<br />
&#8220;Bangunlah wahai Umar bin Abdul-Aziz, sesungguhnya nama engkaulah yang tertulis dalam surat ini&#8221;.<br />
Umar bin Abdul-Aziz bangkit seraya berkata, &#8220;Wahai manusia, sesungguhnya jabatan ini diberikan kepadaku tanpa bermusyawarah dahulu denganku dan tanpa pernah aku memintanya, sesungguhnya aku mencabut bai’ah yang ada dileher kamu dan pilihlah siapa yang kalian kehendaki&#8221;.<br />
Umat tetap menghendaki Umar sebagai khalifah dan Umar menerima dengan hati yang berat, hati yang takut kepada Allah dan tangisan. Segala keistimewaan sebagai khalifah ditolak dan Umar pulang ke rumah.<br />
Ketika pulang ke rumah, Umar berfikir tentang tugas baru untuk memerintah seluruh daerah Islam yang luas dalam kelelahan setelah mengurus jenazah Khalifah Sulaiman bin Abdul-Malik. Beliau berniat untuk tidur.<br />
Pada saat itulah anaknya yang berusia 15 tahun, Abdul-Malik masuk melihat ayahnya dan berkata, &#8220;Apakah yang sedang engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?&#8221;.<br />
Umar menjawab, &#8220;Wahai anakku, ayahmu letih mengurusi jenazah bapak saudaramu dan ayahmu tidak pernah merasakan keletihan seperti ini&#8221;.<br />
&#8220;Jadi apa engkau akan buat wahai ayah?&#8221;, Tanya anaknya ingin tahu.<br />
Umar membalas, &#8220;Ayah akan tidur sebentar hingga masuk waktu zuhur, kemudian ayah akan keluar untuk shalat bersama rakyat&#8221;.<br />
Apa pula kata anaknya apabila mengetahui ayahnya Amirul Mukminin yang baru “Ayah, siapa pula yang menjamin ayah masih hidup sehingga waktu zuhur nanti sedangkan sekarang adalah tanggungjawab Amirul Mukminin mengembalikan hak-hak orang yang dizalimi” Umar ibn Abdul Aziz terus terbangun dan membatalkan niat untuk tidur, beliau memanggil anaknya mendekati beliau, mengucup kedua belah mata anaknya sambil berkata “Segala puji bagi Allah yang mengeluarkan dari keturunanku, orang yang menolong aku di atas agamaku”<br />
Pemerintahan Umar bin Abdul-Aziz<br />
Hari kedua dilantik menjadi khalifah, beliau menyampaikan khutbah umum. Dihujung khutbahnya, beliau berkata “Wahai manusia, tiada nabi selepas Muhammad saw dan tiada kitab selepas alQuran, aku bukan penentu hukum malah aku pelaksana hukum Allah, aku bukan ahli bid’ah malah aku seorang yang mengikut sunnah, aku bukan orang yang paling baik dikalangan kamu sedangkan aku cuma orang yang paling berat tanggungannya dikalangan kamu, aku mengucapkan ucapan ini sedangkan aku tahu aku adalah orang yang paling banyak dosa disisi Allah” Beliau kemudian duduk dan menangis &#8220;Alangkah besarnya ujian Allah kepadaku&#8221; sambung Umar Ibn Abdul Aziz.<br />
Beliau pulang ke rumah dan menangis sehingga ditegur isteri “Apa yang Amirul Mukminin tangiskan?” Beliau mejawab “Wahai isteriku, aku telah diuji oleh Allah dengan jawatan ini dan aku sedang teringat kepada orang-orang yang miskin, ibu-ibu yang janda, anaknya ramai, rezekinya sedikit, aku teringat orang-orang dalam tawanan, para fuqara’ kaum muslimin. Aku tahu mereka semua ini akan mendakwaku di akhirat kelak dan aku bimbang aku tidak dapat jawab hujah-hujah mereka sebagai khalifah kerana aku tahu, yang menjadi pembela di pihak mereka adalah Rasulullah saw’’ Isterinya juga turut mengalir air mata.<br />
Umar Ibn Abdul Aziz mula memeritah pada usia 36 tahun sepanjang tempoh 2 tahun 5 bulan 5 hari. Pemerintahan beliau sangat menakjubkan. Pada waktu inilah dikatakan tiada siapa pun umat Islam yang layak menerima zakat sehingga harta zakat yang menggunung itu terpaksa diiklankan kepada sesiapa yang tiada pembiayaan untuk bernikah dan juga hal-hal lain.<br />
Surat dari Raja Sriwijaya<br />
Tercatat Raja Sriwijaya pernah dua kali mengirimkan surat kepada khalifah Bani Umayyah. Yang pertama dikirim kepada Muawiyah I, dan yang ke-2 kepada Umar bin Abdul-Aziz. Surat kedua didokumentasikan oleh &#8216;Abd Rabbih (860-940) dalam karyanya Al-Iqdul Farid. Potongan surat tersebut berbunyi[3]:<br />
Dari Rajadiraja&#8230;; yang adalah keturunan seribu raja &#8230; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan; dan saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya.<br />
Hari-hari terakhir Umar bin Abdul-Aziz<br />
Umar bin Abdul-Aziz wafat disebabkan oleh sakit akibat diracun oleh pembantunya. Umat Islam datang berziarah melihat kedhaifan hidup khalifah sehingga ditegur oleh menteri kepada isterinya, &#8220;Gantilah baju khalifah itu&#8221;, dibalas isterinya, &#8220;Itu saja pakaian yang khalifah miliki&#8221;.<br />
Apabila beliau ditanya “Wahai Amirul Mukminin, tidakkah engkau mau mewasiatkan sesuatu kepada anak-anakmu?”<br />
Umar Abdul Aziz menjawab: &#8220;Apa yang ingin kuwasiatkan? Aku tidak memiliki apa-apa&#8221;<br />
&#8220;Mengapa engkau tinggalkan anak-anakmu dalam keadaan tidak memiliki?&#8221;<br />
&#8220;Jika anak-anakku orang soleh, Allah lah yang menguruskan orang-orang soleh. Jika mereka orang-orang yang tidak soleh, aku tidak mau meninggalkan hartaku di tangan orang yang mendurhakai Allah lalu menggunakan hartaku untuk mendurhakai Allah&#8221;<br />
Pada waktu lain, Umar bin Abdul-Aziz memanggil semua anaknya dan berkata: &#8220;Wahai anak-anakku, sesungguhnya ayahmu telah diberi dua pilihan, pertama : menjadikan kamu semua kaya dan ayah masuk ke dalam neraka, kedua: kamu miskin seperti sekarang dan ayah masuk ke dalam surga (kerana tidak menggunakan uang rakyat). Sesungguhnya wahai anak-anakku, aku telah memilih surga.&#8221; (beliau tidak berkata : aku telah memilih kamu susah)<br />
Anak-anaknya ditinggalkan tidak berharta dibandingkan anak-anak gubernur lain yang kaya. Setelah kejatuhan Bani Umayyah dan masa-masa setelahnya, keturunan Umar bin Abdul-Aziz adalah golongan yang kaya berkat doa dan tawakkal Umar bin Abdul-Aziz.</p>
<p>Sumber:<br />
1.	www.dakwatuna.com<br />
2.	wikipedia.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=102&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2009/05/02/umar-bin-abdul-aziz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>0 dan 1 dalam sinyal dan kehidupan</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/10/30/0-dan-1-dalam-sinyal-dan-kehidupan/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/10/30/0-dan-1-dalam-sinyal-dan-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 10:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[biner]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sinyal]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat saya berbincang-bincang dengan atasan saya. Dari perbincangan itu, ada wacana yang nampaknya baik pula untuk saya bagi. Nampaknya, ada semacam keserasian antara berbagai disiplin ilmu. Karena apapun ilmu itu, semuanya adalah hasil penelitian dari alam ini yang nota bene diciptakan oleh satu Pencipta, dan dengan satu konsep penciptaan. Saya mendapati adanya kesamaan, antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=79&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_204/images/biner.jpg" alt="" width="147" height="145" align="left" />Suatu saat saya berbincang-bincang dengan atasan saya. Dari perbincangan itu, ada wacana yang nampaknya baik pula untuk saya bagi.</p>
<p>Nampaknya, ada semacam keserasian antara berbagai disiplin ilmu. Karena apapun ilmu itu, semuanya adalah hasil penelitian dari alam ini yang nota bene diciptakan oleh satu Pencipta, dan dengan satu konsep penciptaan. Saya mendapati adanya kesamaan, antara bagaimana memproses sinyal komunikasi dengan bagaimana kita menghadapi hidup ini.</p>
<p>Dalam teori telekomunikasi, dengan berbagai pertimbangan tertentu, maka sinyal ditransmisikan dalam bentuk biner, kalau tidak bernilai 0, ya bernilai 1. Dalam kenyataanya, sinyal dengan nilai 0 dan 1 yang bervariasi ini (misal: 0100111100) dalam perjalanannya menuju tujuan, pasti mengalami berbagai gangguan (dalam istilah telekomunikasi : noise, interferens, dll.). Sehingga sinyal 0 dan 1 ini tidak benar-benar murni 0 dan 1. Agar sinyal yang sudah tidak murni itu dapat diterima dengan benar oleh tujuan, maka diperlukan suatu proses. Proses yang dimaksud adalah suatu proses yang membuat suatu sinyal dengan nilai tertentu, ditentukan sebagai nilai 0 atau 1, tergantung nilai itu mendekati ke mana, dan seberapa jauh toleransi yang diberikan. Pada akhirnya, bagianyang dituju mendapat sinyal yang sesuai dengan sinyal yang dikirim. Adapun terjadi kekeliruan, itu pun dengan peluang yang sangat kecil.</p>
<p>Begitu pula dengan cara kita menghadapi hidup. Suatu pedoman yang telah digariskan oleh Tuhan, tentunya telah menentukan mana hitam dan mana putih (0 dan 1). Dalam realita di masyarakat, pada umumnya idealisme yang telah digariskan (hitam dan putih) itu akan mengalami berbagai penyimpangan dan perubahan. Menghadapi kenyataan seperti itu, maka alangkah baiknya bila kita memiliki sikap toleransi dalam menentukan hitam dan putih tersebut. Alangkah bijaksana apabila kita tidak mematok bahwa putih itu harus benar-benar &#8220;1&#8243;. Adakalanya nilai &#8220;1&#8243; itu merupakan pembulatan dari &#8220;0,76&#8243;. Itulah realita yang terjadi. Sikap ini akan timbul, bila kita memiliki wawasan yang terbuka dan mampu melihat dari berbagai macam sudut. Mungkinkah ini terjadi, bila kita masih mengagung-agungkan kelompok kita sendiri, dan kemudian mengucilkan diri?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=79&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/10/30/0-dan-1-dalam-sinyal-dan-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_204/images/biner.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bola</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/10/30/bola/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/10/30/bola/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 02:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat seorang profesor melakukan sebuah simulasi. Dia membawa satu ember, dua bola besar (memang besarnya tidak melebihi besarnya ember), sekarung kecil bola-bola kecil dan sekarung pasir. Kemudian sang profesor menyuruh dua mahasiswa untuk melakukan dua hal yang berbeda. pertama, mahasiswa disuruh untuk memasukan pasir, kemudian batu kecil dan akhirnya bola besar. Kedua, mahasiswa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=74&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_77" class="wp-caption alignleft" style="width: 131px"><a href="http://dedenrudiansyah.files.wordpress.com/2008/10/images.jpg"><img class="size-full wp-image-77" title="bola" src="http://dedenrudiansyah.files.wordpress.com/2008/10/images.jpg?w=121&#038;h=121" alt="bola2" width="121" height="121" /></a><p class="wp-caption-text">bola2</p></div>
<p>Suatu saat seorang profesor melakukan sebuah simulasi. Dia membawa satu ember, dua bola besar (memang besarnya tidak melebihi besarnya ember), sekarung kecil bola-bola kecil dan sekarung pasir. Kemudian sang profesor menyuruh dua mahasiswa untuk melakukan dua hal yang berbeda. pertama, mahasiswa disuruh untuk memasukan pasir, kemudian batu kecil dan akhirnya bola besar. Kedua, mahasiswa yang lain disuruh untuk memasukkan dua bola besar dahulu, kemudian memenuhi embernya dengan batu-batu kecil, dan akhirnya dengan pasir. Ternyata, mahasiswa kedua mampu memasukan semuanya, dan mahasiswa pertama tidak dapat memasukan satu bola besar karena ember telah terpenuhi material yang lain.</p>
<p>Berdasarkan simulasi di atas, Sang Profesor mengajukan satu pertanyaan kepada para mahasiswa. Hikmah apa yang didapatkan dari simulasi di atas? Ada satu mahasiswa yang menjawab bahwa berdasarkan simulasi itu, kita harus mengisi waktu kita dengan berbagai kegiatan mulai dari kegiatan yang besar sampai dengan kegiatan yang kecil sebesar pasir. Kemudian sang Profesor menanggapi jawaban mahasiswa itu. Sang Profesor mengemukakan bahwa jawaban sang mahasiswa benar, namun ada yang lebih penting dari makna itu. Bahwa, untuk mengisi waktu hidup kita, utamakanlah dahulu mengisi waktu dengan hal-hal yang penting seperti bola-bola besar. Kemudian, baru kita lengkapi dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang lebih kecil. Apabila kita lebih mengutamakan memasukkan pasir dan batu kecil, maka dikhawatirkan, batu besarnya tidak akan masuk ke dalam ember.</p>
<p>Pertanyaan untuk kita semua: Apakaha bola besar dalam hidup kita?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=74&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/10/30/bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedenrudiansyah.files.wordpress.com/2008/10/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bola</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Doa-doa Pilihan *</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/08/25/keistimewaan-bulan-ramadhan-dan-doa-doa-pilihan/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/08/25/keistimewaan-bulan-ramadhan-dan-doa-doa-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 09:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Puasa pada bulan Ramadhan adalah wajib dikerjakan oleh setiap orang Islam. Kewajiban puasa Ramadhan berdasarkan Al-Qur&#8217;an, Sunnah dan Ijma&#8217;. Allah SWT berfirman: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur&#8217;an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=66&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puasa pada bulan Ramadhan adalah wajib dikerjakan oleh setiap orang Islam. Kewajiban puasa Ramadhan berdasarkan Al-Qur&#8217;an, Sunnah dan Ijma&#8217;.<br />
Allah SWT berfirman:</p>
<div><span style="font-size:medium;">شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ</span></div>
<p><em>(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur&#8217;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa &#8230;</em> (QS. Al-Baqarah: 185)<span id="more-66"></span></p>
<p>Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:</p>
<div><span style="font-size:medium;">بُنِيَ الإسْلاَ مُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةُ أنْ لاَ إلَهَ إلا الله وَأنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإقَامِ الصَّلا ةَ وَإيْتاَءِ الزَّكَاةِ وَالحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ</span></div>
<p><em>Islam berasaskan lima perkara, yaitu bersaksi tidak ada dzat yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa dibulan Ramadhan.</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Kedua dalil di atas dijadikan dasar oleh ulama untuk berijma&#8217; bahwa puasa Ramadhan adalah wajib bagi setiap muslim.</p>
<p><strong>Kapan dan Bagaimana Datangnya Ramadhan?</strong></p>
<p>Datangnya bulan Ramadhan ditetapkan dengan dua jalan, pertama dengan terlihatnya hilal dan kedua, setelah menggenapkan bulan Sya&#8217;ban hingga 30 hari.</p>
<p>Sebaiknya memulai puasa Ramadhan dan juga hari raya &#8216;Idul Fitri &#8220;mengikuti penetapan hilal yang dilakukan oleh pemerintah, dengan syarat pemerintah telah menjalankan prosedur penetapan hilal secara benar. Hal itu dalam rangka menjaga persatuan dan ukhuwah umat Islam.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<div><span style="font-size:medium;">إذَا رَأيْتُمُ الْهِلَا لَ فَصُوْمُوا وَإذَا رَأيْتُمُوْهُ فَأفْطرُوْا فإنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَصُوْمُوا ثَلا ثِيْنَ يَوْمًا</span></div>
<p><em>Apabila kalian melihat hila (bulan Ramadhan) maka puasalah dan apabila kalian melihat hilal (bulal Syawal) maka berbukalah (lebaran), dan apabila tertutup awan (mendung) maka berpuasalah 30 hari.</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda:</p>
<div><span style="font-size:medium;">الصَّوْمُ يَومٌ تَصُوْمُوْنَ وَاْلفِطْرُ يَوْمٌ تُفْطِرُوْنَ وَالْأضْحَى يَوْمٌ تُضَحُّوْنَ</span></div>
<p><em>Puasa itu adalah pada hari kalian semua berpuasa, dan leba ran itu pada hari kalian berbuka, sedangkan Idul Adha adalah pada saat kalian semua berqurban.</em> (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Berdasarkan hadits ini kita dianjurkan agar menjaga persatuan dan persaudaraan sesama umat Islam, jangan terpecah belah dan saling bermusuhan, hanya karena perbedaan waktu hari raya.</p>
<p><strong>Syarat Wajib Puasa</strong></p>
<p>Syarat wajib melaksanakan puasa adalah:<br />
1. Islam<br />
2. Baligh (cukup umur)<br />
3. Berakal (tidak hilang akal)</p>
<p><strong>Rukun Puasa</strong></p>
<p>Puasa tidak akan sah jika tidak memenuhi rukun-ruku puasa, yaitu:<br />
1. Niat<br />
Niat puasa harus dilakukan setiap malam bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadits Rasul SAW:</p>
<div><span style="font-size:medium;">مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّياَمَ قَبْلَ الفَجْرَ فَلا صِيَامَ لَهُ</span></div>
<p>Barang siapa tidak berniat puasa pada malam sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. (HR. Nasai)</p>
<p>2. Menahan diri<br />
Yaitu me nahan diri dari. segala yang membatalkan puasa seperti : makan, minum dan bersetubuh mulai terbit fajar sampai terbenanam matahari.</p>
<p><strong>Hal-Hal yang Membatalkan Puasa</strong></p>
<p>Adapun yang membatalkan puasa adalah<br />
sebagai berikut:<br />
1. Makan, minum dan bersetubuh dengan sengaja.<br />
2. Sesuatu yang masuk sampai ke tenggorokan, baik berkumur ketika wudhu atau menelan sesuatu benda dan yang lainnya.<br />
3. Keluar mani dengan sengaja, seperti karena berlama-lama memandang wanita, mengkhayal, berciuman atau bersentuhan dengan wanita sehingga keluar mani.<br />
4. Muntah dengan sengaja. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<div><span style="font-size:medium;">وَمَنْ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ</span></div>
<p><em>Barangsiapa muntah dengan sengaja maka wajib mengqadha&#8217; (puasanya)</em>. (HR. Tirmidzi). Adapun muntah tanpa sengaja, tidak membatalkan puasa.</p>
<p>5. Barangsiapa makan atau minum, dia menyangka telah maghrib, temyata masih siang, maka puasanya batal.<br />
6. Tidak bemiat puasa pada malam harinya.<br />
7. Keluamya darah haid atau nifas.<br />
8. Murtad.<br />
9. Hilang akal atau gila.</p>
<p>Semua hal yang membatalkan puasa di atas hanya wajib mengqadha&#8217; (mengganti puasa) di luar bulan Ramadhan.</p>
<p>Bagi orang yang batal puasanya karena bersetubuh dengan istrinya, maka dia wajib membayar kafarat. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW:</p>
<div><span style="font-size:medium;">جَاءَ رَجُلٌ إلَى النّبِي صلى الله عليه وسلم  فقالَ: هَلَكْتُ يا رَسُوْلَ الله. قال:وَمَا لَكَ ؟ قال: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأتِي فَي رَمَضَانَ. قالَ: هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا ؟ قال: لا. قال: فَهَلْ تَسْتَطِيْعُ أنْ تَصُوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟ قاَلَ: لاَ. قاَلَ: فَهَلْ تَجِدُ إطْعَامَ سِتِّْينَ مِسْكَيْنًا. قال: لا. قال أبو هريرة: ثم جلس فأتى النبي صلى الله عليه وسلم  بِعِرَقٍ فِيْهِ تَمْرٌ. قال: تَصَدَّقْ بِهَذَا. قال: يا رسولَ اللهِ أعَلَى أفْقَرَ مِنِّي واللهِ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا يُرِيْدُ الحَرَّتيْنِ أهْلُ بِيْتٍ أفْقَرُ مِنْ أهْلِ بَيْتِي فَضَحِكَ النَّبِيُّ حَتَّى  أنْيَابُهُ، وقال: اذْهَبْ، فَأطْعِمْهُ أهْلَكَ<br />
</span></div>
<p>Seorang laki-Iaki datang menghadap Nabi SAW lalu berkata: &#8220;Celaka, ya Rasulullah!&#8221; Nabi bertanya: &#8220;<em>Apa yang membuatmu celaka?</em>&#8221; Ia menjawab: “Saya telah menggauli istri saya pada siang bulan Ramadhan.&#8221; Kemudian Nabi bertanya: &#8220;<em>Apakah kamu punya uang untuk memerdekakan budak?</em>&#8221; Dia menjawab: “Tidak punya.” Nabi bertanya: “<em>Apakah kamu sanggup berpuasa dua bulan berturur-turut?</em>&#8221; Ia menjawab: “Tidak.” Nabi bertanya lagi: &#8220;<em>Apa kamu punya makanan untuk engkau berikan kepada enam puluh fakir miskin?</em>&#8221; Ia menjawab: “Tidak punya.” Nabi pun terdiam, kemudian Nabi SAW mendapat hadiah sekeranjang kurma. Lalu Nabi SAW bersabda: &#8220;<em>Ambillah kurma ini, lalu sedekahkanlah</em>. &#8221; Ia berkata: “Ya Rasulullah, apakah ini disedekahkan kepada orang yang lebih miskin dari pada saya, padahal tidak ada yang lebih miskin dari keluarga saya.” Maka Nabi pun tersenyum hingga nampak giginya, lalu Beliau bersabda: &#8220;<em>Pergilah dan berikan makanan ini kepada keluargamu</em>.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Berdasarkan hadits ini bahwa orang yang dengan sengaja menggauli istri pada siang hari bulan Ramadhan, maka dia harus membayar kafarat dengan urutan sebagai berikut:<br />
1. Memerdekakan budak<br />
2. Berpuasa dua bulan berturut-turut<br />
3. Memberikan makan kepada 60 orang miskin.</p>
<p>Pembayaran kafarat ini tidak boleh memilih tetapi harus berdasarkan urutan dari satu sampai tiga.</p>
<p><strong>Orang-Orang yang Diperbolehkan Tidak Puasa</strong></p>
<p>Ada beberapa macam orang yang mendapat dispensasi tidak puasa, yaitu:</p>
<p>1. Wanita hamil, sesuai dengan petunjuk dokter.<br />
2. Wanita yang sedang menyusui, seperti haInya wanita hamil.<br />
3. Musafir, orang yang bepergian jauh bukan untuk tujuan maksiat. Setelah itu wajib mengqadha&#8217; puasa yang ditinggalkannya.<br />
4. Orang lanjut usia yang tidak sanggup lagi berpuasa. Sebagai gantinya dia harus membayar fidyah setiap hari dengan memberi makan kepada satu orang miskin.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong></strong> <strong>KH A Nuril Huda</strong><br />
<em>Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)</em></p>
<p>*) diambil dari Situs Resmi PBNU (www.nu.or.id)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=66&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/08/25/keistimewaan-bulan-ramadhan-dan-doa-doa-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demokratisasi sebagai Proses</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/08/25/demokratisasi-sebagai-proses/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/08/25/demokratisasi-sebagai-proses/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 09:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Abdurrahman Wahid* Beberapa hari yang lalu penulis artikel ini diundang seorang teman untuk bertemu sekitar 200 lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di negeri kita. Dalam pertemuan itu sudah tentu ada berbagai pandangan yang saling berbeda. Tuan rumah menyatakan dalam pidato yang disertai dokumentasi yang kuat bahwa sebaiknya penulis artikel meninggalkan Partai Kebangkitan Bangsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=63&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Abdurrahman Wahid*</strong></p>
<p class="style1" align="justify">Beberapa hari yang lalu penulis artikel ini diundang seorang teman untuk bertemu sekitar 200 lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di negeri kita.</p>
<p class="style1" align="justify">Dalam pertemuan itu sudah tentu ada berbagai pandangan yang saling berbeda. Tuan rumah menyatakan dalam pidato yang disertai dokumentasi yang kuat bahwa sebaiknya penulis artikel meninggalkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk lebih mengonsentrasikan diri pada perjuangan menegakkan demokrasi.</p>
<p class="style1" align="justify">Ia menyatakan, apa yang dikemukakannya itu menjadi sangat penting karena penulis artikel ini adalah seorang pejuang yang meyakini pentingnya demokratisasi. Hal ini telah dibuktikan dalam masa yang sangat panjang, yaitu sejak pemerintahan Orde Baru berkuasa. Namun, ada hal yang harus diingat bagi kepentingan kita bersama. Penulis artikel ini ”mempertahankan” sikapnya bahwa undang-undang telah menetapkan pentingnya arti sebuah partai politik (parpol).<span id="more-63"></span></p>
<p class="style1" align="justify">Berpegang pada kenyataan tersebut, penulis artikel ini tentu saja merasa bahwa kehidupan parpol itu menjadi sangat penting. Karena penulis artikel ini sudah mendirikan parpolnya sendiri, yaitu PKB, sudah tentu ia tidak dapat meninggalkan parpol tersebut. Karena itu, penulis artikel ini harus meneruskan kiprahnya melalui PKB, bahkan lebih jauh lagi, penulis harus ”rela” untuk menampung dalam parpol tersebut orang-orang yang tidak mengerti hakikat demokratisasi itu sendiri. Inilah konsekuensi dari ketaatannya pada undang-undang.</p>
<p class="style1" align="justify">Dalam hati, penulis artikel ini bahkan berjanji kepada diri sendiri untuk menerima kehadiran siapa pun dalam PKB, termasuk orang-orang dari partai lain yang ingin bergabung dalam PKB. Konsekuensi tersebut tidak pernah terbayangkan oleh penulis artikel ini sebelumnya. Di sinilah penulis artikel ini memahami apa yang ditulis teman baiknya, Rahman Tolleng, dengan istilah demokrasi modern.</p>
<p class="style1" align="justify">Kata modern harus dibedakan dengan demokratisasi berdasarkan takhayul dan hal-hal lain yang tidak rasional. Pada prinsipnya demokrasi itu harus dibedakan pada hal-hal yang tidak rasional yang sering menjadi ”bumbu” bagi kita untuk melakukan sebuah tindakan politis. Hal ini telah dilakukan pemerintahan Orde Baru dengan menggambarkan seolah-olah diperlukan sistem kekuasaan yang bertumpu kepada satu orang.</p>
<p class="style1" align="justify">Sudah tentu hal ini berbeda dari apa yang dikemukakan Undang-Undang Dasar 1945 karena MPR belum mengundangkan amendemen-amendemen atas konstitusi yang kita miliki, yang memberikan jaminan kepada semua golongan, baik mayoritas ataupun minoritas, yang ada di negeri kita. Hal ini berbeda dengan pandangan Munarman,saudara penulis artikel ini.</p>
<p class="style1" align="justify">Sebagai seorang santri, bukannya musuh, melainkan penulis artikel ini menolak pandangannya yang hanya mementingkan satu pihak. Haknya untuk berpendapat lain dijamin Undang-Undang Dasar yang kita gunakan saat ini. Pendapat seperti yang dikemukakan penulis artikel ini adalah pendapat yang sering dijauhi orang. Padahal, pendapat seperti itulah yang sebenarnya merupakan esensi sebuah proses yang dinamai demokratisasi. Memang tradisi berdemokrasi tidak mudah diwujudkan. Memang sangat berat, tapi untuk sebuah tujuan mulia, ia harus dilalui. Tapi, begitu sebuah masyarakat demokratis dapat didirikan, sikap seperti itu menjadi sangat mudah untuk diterapkan.</p>
<p class="style1" align="justify">Mantan Wapres AS Albert Arnold Gore (Al Gore) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penguasaan modal besar atas televisi. Peringatan Al Gore itu menjadi sangat penting, tapi ia menunjukkan sesuatu yang ”sangat indah”, yaitu bahwa warga negara biasa dapat melakukan koreksi atas sebuah hal yang dianggap salah.</p>
<p class="style1" align="justify">Dengan kata lain, kita perlu selalu waspada terhadap penggunaan media-media politik secara benar dan tepat. Sebuah proses demokratisasi memang memerlukan kewaspadaan para pejuang yang ingin menegakkannya. Inilah esensi proses demokratisasi: para pemilih berhak menentukan apa yang diperlukan sebuah bangsa dan negara.</p>
<p class="style1" align="justify">Kalau hal ini dilupakan, yang terjadi adalah tegaknya sebuah proses Pseudo demokrasi seperti terjadi di bawah Hitler, Mussolini, Stalin, dan Hideki Tojo. Hal inilah yang tidak boleh kita lupakan, lalu menjadi penting arti sebuah kewaspadaan, bukan?</p>
<p class="style1" align="justify">*<em>Pengasuh Pondok Pesantren al-Munawwarah,  Ciganjur Jakarta Selatan</em><br />
(<em>Seputar Indonesia</em>, Senin , 25  Agustus 2008)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=63&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/08/25/demokratisasi-sebagai-proses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Instant</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/28/islam-instant/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/28/islam-instant/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 03:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Instant]]></category>
		<category><![CDATA[Puritanisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Zaman sekarang, orang sudah terbiasa dengan apa-apa yang serba instant. Tidak terlepas juga dengan kehidupan beragama di kalangan umat Islam. Nampak di permukaan, bahwa Islam Instant mulai menjamur. Sebetulnya, merupakan kegembiraan bagi kita semua, bahwa kesadaran beragama di kalangan umat Islam pada saat ini semakin meningkat. Di sekolah, kampus, maupun tempat umum, semakin banyak muslimah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=54&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zaman sekarang, orang sudah terbiasa dengan apa-apa yang serba instant. Tidak terlepas juga dengan kehidupan beragama di kalangan umat Islam.  Nampak di permukaan, bahwa Islam Instant mulai  menjamur.</p>
<p>Sebetulnya, merupakan kegembiraan bagi kita semua, bahwa kesadaran beragama di kalangan umat Islam pada saat ini semakin meningkat. Di sekolah, kampus, maupun tempat umum, semakin banyak muslimah mengenakan jilbab. Bahkan saat ini, tidak sedikit pria yang mengurus janggut dan kemudian mengenakan pakaian &#8220;takwa&#8221; dengan celana sampai betis atau mata kaki.</p>
<p>Namun, peningkatan di atas, nampaknya diiringi pula dengan penurunan kualitas pemahaman Islam, alias pendangkalan Islam. <span id="more-54"></span>Ini semua merupakan cermin dari perilaku masyarakat kita yang cenderung senang dengan apa-apa yang serba instant. yang dimaksud dengan Islam instant disini adalah Islam yang ditunjukkan dengan simbol-simbol agama yang menjadi jalan pintas untuk menunjukkan keislaman. Islam ditunjukkan hanya dengan penampilan luar, seperti pakaian &#8220;takwa&#8221;. Kaum pelajar sudah merasa bangga bila telah menghafal beberapa juz Al-Quran, meksipun belum tentu mereka memahami makna secara mendalam. Memang, ini merupakan jalan pintas bagi kalangan tertentu mengingat mereka telah terbiasa dengan proses belajar yang intensif  sehari-hari. Nampak sekali, pada kalangan ini, mereka lebih mengutamakan kuatnya hafalan dibandingkan dengan pengamalan akhlaq yang baik sehari-hari. Penulis sendiri pernah melihat, seseorang dengan pakain takwa-nya terlambat sekitar satu jam saat kuliah. Bukankah beliau menampilkan sesuatu yang kontradiktif?</p>
<p>Penulis akui, penampilan luar bisa menjadi bagian dari ibadah yang disyari&#8217;atkan. Banyak orang enggan untuk merubah penampilannya, hanya karena belum mampu menyelaraskan antara penampilan dan perilaku. Padahal, memperbaiki penampilan merupakan salah satu awal dari usaha untuk perbaikan perilaku. Di sini perlunya kesadaran Alim Ulama untuk meningkatkan perannya, agar masyarakat tidak sampai terjebak, sehingga hanya berhenti untuk menampilkan Islam secara luarnya saja.</p>
<p>Berkembangnya paham puritanisme Islam nampaknya mendukung pula akan gejala Islam Instant ini. Puritanisme Islam pada umumnya mengabaikan kultur dan perkembangan ilmu agama yang telah ada. Puritanisme Islam lebih senang langsung merujuk kepada Al-Quran dan hadits, tanpa memperhatikan penafsiran-penafsiran yang telah berkembang selama beberapa abad lamanya. Cukup mudah rupanya dengan langsung merujuk dua sumber di atas, tanpa meihat kembali berbagai penafsiran yang telah ada. Namun sikap ini hanya akan mengakibatkan keputusan yang tidak kontemporer.</p>
<p>Side effect dari Islam Instant ini adalah munculnya komunitas beragama yang kurang toleran. Keberagamaan yang lebih cenderung mengutamakan hal-hal yang bersifat luar akan mengakibatkan pandangan umat beragama menjadi hitam dan putih. Dengan kondisi masyarakat kita sekarang ini, maka pandangan hitam putih ini akan menyebabkan sikap yang intoleran dan mengarah pada anarkisme.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=54&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/28/islam-instant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kado WiMAX di Pekan Ulang Tahun</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/26/kado-wimax-di-pekan-ulang-tahun/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/26/kado-wimax-di-pekan-ulang-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 09:58:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[WiMAX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 15 juli kemarin, penulis, menurut hitungan masehi, genap berusia 23 tahun. Rasa syukur harus senantiasa tumbuhkan dalam diri penulis. Selama 23 tahun, penulis merasakan nikmat dari Sang Pencipta yang tidak mungkin penulis balas. Introspeksi diri menjadi salah satu target agenda harian penulis. Sejauh mana penulis menghamba dan berserah diri kepada Allah? Sudah seberapa besarkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=46&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 15 juli kemarin, penulis, menurut hitungan masehi, genap berusia 23 tahun. Rasa syukur harus senantiasa tumbuhkan dalam diri penulis. Selama 23 tahun, penulis merasakan nikmat dari Sang Pencipta yang tidak mungkin penulis balas. Introspeksi diri menjadi salah satu target agenda harian penulis. Sejauh mana penulis menghamba dan berserah diri kepada Allah? Sudah seberapa besarkah pengorbanan penulis untuk senantiasa belajar dan berjuang keras memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas penghambaan? Semakin sering pertanyaan itu muncul, maka semakin sering pula rasa sesal dalam diri. Di lain pihak, penulis juga mengamati betapa banyak sahabat maupun kenalan, yang kini telah jauh melangkah di depan penulis.<span id="more-46"></span></p>
<p>Rasa syukur itu semakin bertambah dengan adanya suatu peristiwa. Pada pekan yang sama, kelompok penulis memenangkan kompetisi Bisnis WiMAX yang diselenggarakan oleh Indonesian Tower, bekerja sama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB. Peristiwa itu merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah atas usaha penulis dan rekan yang dengan sepenuh hati mengikuti kompetisi tersebut.</p>
<p>Peristiwa tersebut semakin menyadarkan penulis, bahwa keberhasilan benar-benar harus diraih dengan usaha yang keras tanpa lelah. Masih teringat dalam ingatan, penulis sampai beberapa hari mengganti jam tidur, dari malam ke pagi, untuk dapat mengerjakan kompetisi itu sambil menikmati Paket Malam Internet (biar murah gitu). Penulis juga teringat akan keberhasilan tim sekolah penulis ( termasuk penulis di dalamnya) meraih gelar murid teladan semasa SMP. keberhasilan itu benar-benar ditopang oleh latihan yang keras, di bawah binaan Ibu Dewi (salah satu guru olahraga SMP N1 Tasikmalaya, semasa penulis sekolah di sana).</p>
<p>Keberhasilan ini pun menjadi beban bagi penulis, agar penulis mampu menunjukkan bahwa penulis layak menerima anugerah tersebut. Allah berfirman dalam Surat Al-Insyiqaq bahwa manusia itu melewati masa hidupnya tingkat demi tingkat. Tantangan akan semakin memuncak, dan ujian akan semakin berat. Itu semua disediakan bagi orang yang mau menghadapinya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=46&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/26/kado-wimax-di-pekan-ulang-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Anda Mendengar Berita dan Informasi&#8230;</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/14/ketika-anda-mendengar-berita-dan-informasi/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/14/ketika-anda-mendengar-berita-dan-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 04:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini ditulis sebagai respon dari kondisi saat ini, dimana informasi begitu mudahnya didapatkan. Saking mudahnya, maka ada pula pihak yang begitu mudahnya menyebarkan informasi yang tidak benar. Boleh jadi informasi yang tidak tepat lebih cepat menyebar daripada informasi yang akurat. Allah berfirman dalam Al-Hujurat ayat 6: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=44&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini ditulis sebagai respon dari kondisi saat ini, dimana informasi begitu mudahnya didapatkan. Saking mudahnya, maka ada pula pihak yang begitu mudahnya menyebarkan informasi yang tidak benar. Boleh jadi informasi yang tidak tepat lebih cepat menyebar daripada informasi yang akurat.</p>
<p>Allah berfirman dalam Al-Hujurat ayat 6:<span id="more-44"></span></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu  <span style="background-color:#3399ff;color:#ffffff;">berita</span>, maka  periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu  kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu  itu.&#8221; </em></p>
<p>Ayat ini bisa menjadi acuan bagi kita dalam menanggapi informasi. Bukan berarti penulis mengannggap bahwa semua pembawa berita saat ini (baik itu via media massa, internet, dll) adalah orang-orang fasik. Namun penulis menekankan pada anjuran untuk senantiasa memeriksa dengan teliti terhadap berita yang didapatkan. Saat ini, satu peristiwa bisa diberitakan dengan isi dan maksud yang berbeda. Maka dari itu, sungguh arif bila kita memilah, meneliti, berita yang didapatkan, agar kita tidak melakukan kesalahan seperti yang tertulis pada ayat di atas.</p>
<p>Apa implikasinya, bila kita tidak memperhatikan hal ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lakukan sedikit perenungan. rileks-rileks aja.</p>
<p>Ada kecenderungan seseorang memiliki kefanatikan terhadap berita yang diterima. Apalagi kalau berita itu disampaikan oleh orang yang dihormati, figur yang disegani, ataupun dari lembaga tertentu. Bisa pula karena secara sadar dan melalui proses berpikir, kemudian kita mempercayai suatu berita. Opini di atas terbukti, tatkala, misalnya dua orang bertemu, kemudian berdiskusi mengenai perkara yang sama. Masing-masing mempertahankan pendapatnya masing-masing, yakni pendapat yang disarikan dari berita yang diperolehnya. Masing-masing bersikeras untuk mempertahankan pemikiran orang lain yang diyakininya. Sungguh unik, <strong>pada sisi ini, seseorang sampai habis-habisan mempertahankan &#8220;milik&#8221; orang lain. Padahal pada sisi kehidupan yang lain, jarang sekali fenomena ini ditemukan</strong>. Biasanya diskusi seperti ini berujung kurang baik, dan mengakibatkan penyesalan, seperti disampaikan pada ayat di atas.</p>
<p>Untuk meyikapi hal ini, penulis menyampaikan beberapa tips:</p>
<ol>
<li>Jangan puas dengan satu berita saja. Kebenaran belum tentu didapatkan dari satu beu rita saja. Sikap ini akan mendorong keterbukaan terhadap berita-berita dengan versi yang berbeda. Sikap keterbukaan itu penting karena tanpa sikap ini, seseorang hanya akan memandang berita yang berbeda secara sebelah mata.</li>
<li>Lebih baik untuk berbaik sangka daripada berburuk sangka. Putusnya keinginan untuk menerima berita dari suatu pihak biasanya disebabkan oleh prasangka yang tidak baik sehingga menyebabkan ketidakpercayaan.</li>
<li>Terapkan peribahasa &#8220;Bodo Alewoh&#8221; (peribahasa Sunda). Maksudnya selalu merasa kurang ilmu, sehingga selalu berusaha untuk mencari. Biasanya, kalau sudah terjangkit perasaan Merasa Benar, maka agak sulit juga untuk bersikap objektif.</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=44&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/14/ketika-anda-mendengar-berita-dan-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>34 PARTAI DI PEMILU 2009</title>
		<link>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/11/34-partai-di-pemilu-2009/</link>
		<comments>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/11/34-partai-di-pemilu-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 02:26:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenrudiansyah.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, telah ditetapkan bahwa partai politik peserta Pemilu 2009 adalah sebanyak 34 Partai. Ada sejumlah Partai lama yang kembali hadir, dan ada pula partai politik baru sebagai pendatang, atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai wajah lama dengan pakaian yang baru. Apakah jumlah sebanyak ini wajar? Sebagai warga yang nasibnya nanti ikut ditentukan oleh Pemilu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=42&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Akhir-akhir ini, telah ditetapkan bahwa partai politik peserta Pemilu 2009 adalah sebanyak 34 Partai. Ada sejumlah Partai lama yang kembali hadir, dan ada pula partai politik baru sebagai pendatang, atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai wajah lama dengan pakaian yang baru. Apakah jumlah sebanyak ini wajar?<span id="more-42"></span></p>
<p class="MsoNormal">Sebagai warga yang nasibnya nanti ikut ditentukan oleh Pemilu 2009, maka saya berhak dan cenderung merasa ini sebagai suatu tanggung jawab, untuk menyikapi fenomena ini, meskipun sekedar tulisan yang hanya dipajang di blog pribadi. Mudah-mudahan tulisan ini memberikan kontribusi yang positif</p>
<p class="MsoNormal">Tentunya munculnya partai baru memiliki alasan-alasan. Bila kita mengambil pandangan yang positif, anggaplah partai-partai politik baru ini memiliki konsep, sumber daya, dan keinginan berjuang untuk mengisi pembangunan Negara ini. Tiap-tiap partai politik tentunya memiliki konsep dan sumber daya yang berbeda. Bila tidak berbeda kenapa harus bikin partai baru?</p>
<p class="MsoNormal">Timbul satu pertanyaan. Apakah setiap tokoh atau suatu kelompok harus membuat partai baru, bila ingin berkontribusi untuk mengisi roda pemerintahan? Tentu tidak juga. Apabila mereka menemukan partai tertentu yang bisa menampung aspirasi dan sumber daya yang ada, maka lebih baik mereka bergabung dengan partai yang telah ada. Apabila pemikiran ini yang dipakai, maka partai-partai yang baru bisa dikatakan tidak memiliki kepercayaan terhadap partai-partai lama, sehingga partai baru itu muncul. Benarkah demikian?</p>
<p class="MsoNormal">Bila itu benar, maka hal ini sungguh memperihatinkan. Ini menunjukan bahwa sejumlah partai lama sudah tidak bisa dipercaya lagi. Namun, ada suatu kekuatiran yang lebih besar dari itu. Kekuatiran bahwa bangsa ini masih belum mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi secara nyata. Bangsa kita belum mampu untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Bangsa kita lebih senang menyelesaikan masalah secara masing-masing ketimbang secara bersama-sama. Tiap-tiap diri masih enggan untuk mengorbankan ide miliknya diatas ide bersama.</p>
<p class="MsoNormal">Bila opsi yang kedua yang benar-benar terjadi, maka jangan heran, bila nanti badan legislatif yang terbentuk tidak berjalan dengan orientasi yang satu. Badan eksekutif yang disusun oleh Presiden dan wakilnya, masing-masing masih membawa kebiasaan buruk diatas, sehingga berjalan secara individualistik. Kondisi seperti ini merupakan kondisi yang sungguh tidak sehat di dalam proses rehabilitasi bangsa kita ini.</p>
<p class="MsoNormal">Ungkapan gotong royong, musyawarah, mufakat, itu sungguh indah menghiasi pelajaran sekolah, seminar-seminar, dan yang lainnya, tetapi membutuhkan kesabaran dan pengorbanan dalam melaksanakannya.<span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenrudiansyah.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenrudiansyah.wordpress.com&amp;blog=3911426&amp;post=42&amp;subd=dedenrudiansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenrudiansyah.wordpress.com/2008/07/11/34-partai-di-pemilu-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/34e361bfdb74a4b0e394ee1c899e53d4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedenrudiansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
