Islam sebagai cara memandang hidup

 

Saat ini terjadi fenomena bahwa Islam tidak lebih hanya sekedar pengetahuan belaka. Islam dipelajari di Sekolah hanya sebatas untuk dihafalkan baik itu bacaan maupun gerakan. Hal ini sungguh memprihatinkan. Kondisi ini akan mengakibatkan fungsi Islam sebagai jalan hidup untuk mencapai kebahagiaan sejati (shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim) tidak akan tercapai secara sempurna. Kalau boleh dianalogikan seperti memakan buah mangga, baru kulitnya saja. Tentu tidak terasa manis, hanya sekedar wangi mangga saja yang kita rasakan

Secara sederhana kita dapat menguraikan Islam sebagai jalan hidup dengan sumber rukun Islam yang telah kita ketahui dan hafal bersama.

Pada rukun Islam yang pertama, Islam mengajarkan seorang Muslim untuk mengakui keberadaan Tuhan Yang Ahad. Tuhan Yang Ahad itu harus diyakini sebagai Wujud yang ikut andil dalam semua proses dan hasil yang terjadi dalam hidup si Muslim. Masih pada rukun yang pertama, seorang Muslim dituntut untuk mengakui Rasul Muhammad yang menjadi teladan terbaik dalam hidupnya.

Pada rukun yang kedua, terdapat pengajaran mengenai perlunya berinteraksi secara patut dengan Tuhan Yang Ahad dalam hidup ini. Interaksi yang dilakukan secara konsisten, baik itu harian, mingguan, maupun tahunan. Terkadang, ada interaksi yang dilaksanakan berkaitan dengan peristiwa tertentu, seperti gerhana, atau bencana kekeringan. Ada pula interaksi sunah sebagai kesempatan untuk meningkatkan derajat seorang Muslim dihadapan Tuhan Yang Ahad (Al- Israa : 72)

Rukun yang ketiga, mengajarkan kepekaan sosial dalam hidup. Seorang Muslim menyadari bahwa dalam hidup ini, Tuhan memberikan anugerah dengan intensitas yang berbeda. Tujuan dari perbedaan itu adalah supaya manusia bisa saling berbagi. Sehingga pihak yang memiliki anugerah yang lebih menyadari akan adanya hak pihak yang lain yang harus ia tunaikan.

Rukun yang keempat mengajarkan seorang Muslim untuk dapat mengendalikan keinginannya. Ada kondisi dimana sebuah keinginan yang diperbolehkan harus disesuaikan dengan waktu dan tempat yang tepat. Apalagi untuk keinginan yang dilarang, maka si Muslim harus berjuang untuk mengendalikannya. Pengendalian ini melatih keikhlasan amal sehingga sang Muslim lebih merasakan keberadaan Tuhan Yang Ahad, yang telah diajarkan pada rukun pertama dan kedua.

Rukun yang terakhir memberikan tuntunan untuk senantiasa meneladani kehidupan para kekasih Allah. Dalam ibadah haji, Si Muslim akan menyaksikan beberapa frame sejarah yang berkaitan dengan kehidupan dan ibadah Kekasih Allah, Ibrahim as. Dalam waktu yang bersamaan, umat manusia ditunjukkan dengan fenomena berkumpulnya jutaan manusia. Ini adalah gambaran kecil dari yaumul jam’ie (Hari dikumpulkannya manusia). Tentu ini akan menguatkan keimanannya terhadap hari akhirat.

 

Wallahu a’lam

Iklan

5 comments so far

  1. habibah on

    salam kenal… aq print ya thank you

  2. Deden Rudiansyah on

    Iya… semoga bermanfaat. Kalo ada yang salah2, diedit aja. Salam

  3. iqbalzakaria on

    salam kenal… aq print ya thank you

    hehehe….

  4. miftah on

    MMmmmmm…
    Wah, for long time i find this blog.

    For begin. Syukron A Deden.

    I’m sorry, i feel i can’t be a good leader in here. Please give me the leadership knowledge.

    I wan’t be a loser, but i can’t.
    What must i am like Kungfu Panda movie. Just believe? Believe what?

    Thanks.

  5. miftah on

    Wah, for long time i find this blog.

    For begin. Syukron A Deden.

    I’m sorry, i feel i can’t be a good leader in here. Please give me the leadership knowledge.

    I wan’t be a loser, but i can’t.
    What must i am like Kungfu Panda movie. Just believe? Believe what?

    Thanks.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: