34 PARTAI DI PEMILU 2009

Akhir-akhir ini, telah ditetapkan bahwa partai politik peserta Pemilu 2009 adalah sebanyak 34 Partai. Ada sejumlah Partai lama yang kembali hadir, dan ada pula partai politik baru sebagai pendatang, atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai wajah lama dengan pakaian yang baru. Apakah jumlah sebanyak ini wajar?

Sebagai warga yang nasibnya nanti ikut ditentukan oleh Pemilu 2009, maka saya berhak dan cenderung merasa ini sebagai suatu tanggung jawab, untuk menyikapi fenomena ini, meskipun sekedar tulisan yang hanya dipajang di blog pribadi. Mudah-mudahan tulisan ini memberikan kontribusi yang positif

Tentunya munculnya partai baru memiliki alasan-alasan. Bila kita mengambil pandangan yang positif, anggaplah partai-partai politik baru ini memiliki konsep, sumber daya, dan keinginan berjuang untuk mengisi pembangunan Negara ini. Tiap-tiap partai politik tentunya memiliki konsep dan sumber daya yang berbeda. Bila tidak berbeda kenapa harus bikin partai baru?

Timbul satu pertanyaan. Apakah setiap tokoh atau suatu kelompok harus membuat partai baru, bila ingin berkontribusi untuk mengisi roda pemerintahan? Tentu tidak juga. Apabila mereka menemukan partai tertentu yang bisa menampung aspirasi dan sumber daya yang ada, maka lebih baik mereka bergabung dengan partai yang telah ada. Apabila pemikiran ini yang dipakai, maka partai-partai yang baru bisa dikatakan tidak memiliki kepercayaan terhadap partai-partai lama, sehingga partai baru itu muncul. Benarkah demikian?

Bila itu benar, maka hal ini sungguh memperihatinkan. Ini menunjukan bahwa sejumlah partai lama sudah tidak bisa dipercaya lagi. Namun, ada suatu kekuatiran yang lebih besar dari itu. Kekuatiran bahwa bangsa ini masih belum mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi secara nyata. Bangsa kita belum mampu untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Bangsa kita lebih senang menyelesaikan masalah secara masing-masing ketimbang secara bersama-sama. Tiap-tiap diri masih enggan untuk mengorbankan ide miliknya diatas ide bersama.

Bila opsi yang kedua yang benar-benar terjadi, maka jangan heran, bila nanti badan legislatif yang terbentuk tidak berjalan dengan orientasi yang satu. Badan eksekutif yang disusun oleh Presiden dan wakilnya, masing-masing masih membawa kebiasaan buruk diatas, sehingga berjalan secara individualistik. Kondisi seperti ini merupakan kondisi yang sungguh tidak sehat di dalam proses rehabilitasi bangsa kita ini.

Ungkapan gotong royong, musyawarah, mufakat, itu sungguh indah menghiasi pelajaran sekolah, seminar-seminar, dan yang lainnya, tetapi membutuhkan kesabaran dan pengorbanan dalam melaksanakannya.

Iklan

3 comments so far

  1. Singal on

    Semoga pak, para politikus benar mau berkorban untuk kepentingan negeri, dan kita sabar menunggu dengan harapan, ungkapan paragraf terakhir postingan ini, benar terlaksana.

  2. bangzenk on

    ada benarnya, itulah kita dituntut untuk memberikan pencerahan..

    baca lebih lanjut di berbagi cerita..

  3. dir88gun on

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya. (^_^)
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: