Archive for the ‘Aktual’ Category

Demokratisasi sebagai Proses

Oleh Abdurrahman Wahid*

Beberapa hari yang lalu penulis artikel ini diundang seorang teman untuk bertemu sekitar 200 lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di negeri kita.

Dalam pertemuan itu sudah tentu ada berbagai pandangan yang saling berbeda. Tuan rumah menyatakan dalam pidato yang disertai dokumentasi yang kuat bahwa sebaiknya penulis artikel meninggalkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk lebih mengonsentrasikan diri pada perjuangan menegakkan demokrasi.

Ia menyatakan, apa yang dikemukakannya itu menjadi sangat penting karena penulis artikel ini adalah seorang pejuang yang meyakini pentingnya demokratisasi. Hal ini telah dibuktikan dalam masa yang sangat panjang, yaitu sejak pemerintahan Orde Baru berkuasa. Namun, ada hal yang harus diingat bagi kepentingan kita bersama. Penulis artikel ini ”mempertahankan” sikapnya bahwa undang-undang telah menetapkan pentingnya arti sebuah partai politik (parpol). Baca lebih lanjut

Iklan

Islam Instant

Zaman sekarang, orang sudah terbiasa dengan apa-apa yang serba instant. Tidak terlepas juga dengan kehidupan beragama di kalangan umat Islam. Nampak di permukaan, bahwa Islam Instant mulai menjamur.

Sebetulnya, merupakan kegembiraan bagi kita semua, bahwa kesadaran beragama di kalangan umat Islam pada saat ini semakin meningkat. Di sekolah, kampus, maupun tempat umum, semakin banyak muslimah mengenakan jilbab. Bahkan saat ini, tidak sedikit pria yang mengurus janggut dan kemudian mengenakan pakaian “takwa” dengan celana sampai betis atau mata kaki.

Namun, peningkatan di atas, nampaknya diiringi pula dengan penurunan kualitas pemahaman Islam, alias pendangkalan Islam. Baca lebih lanjut

Kado WiMAX di Pekan Ulang Tahun

Tanggal 15 juli kemarin, penulis, menurut hitungan masehi, genap berusia 23 tahun. Rasa syukur harus senantiasa tumbuhkan dalam diri penulis. Selama 23 tahun, penulis merasakan nikmat dari Sang Pencipta yang tidak mungkin penulis balas. Introspeksi diri menjadi salah satu target agenda harian penulis. Sejauh mana penulis menghamba dan berserah diri kepada Allah? Sudah seberapa besarkah pengorbanan penulis untuk senantiasa belajar dan berjuang keras memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas penghambaan? Semakin sering pertanyaan itu muncul, maka semakin sering pula rasa sesal dalam diri. Di lain pihak, penulis juga mengamati betapa banyak sahabat maupun kenalan, yang kini telah jauh melangkah di depan penulis. Baca lebih lanjut

34 PARTAI DI PEMILU 2009

Akhir-akhir ini, telah ditetapkan bahwa partai politik peserta Pemilu 2009 adalah sebanyak 34 Partai. Ada sejumlah Partai lama yang kembali hadir, dan ada pula partai politik baru sebagai pendatang, atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai wajah lama dengan pakaian yang baru. Apakah jumlah sebanyak ini wajar? Baca lebih lanjut

Komik Telmat Chapter 3b

Udah rilis komik telmat chapter 3b. chapter ini dibuat dengan proses coba-coba menggunakan pewarnaan secara komputerisasi. Secara??? hehehe….

Ketidakpastian menjelang Pemilu

Baru-baru ini terjadi beberapa kasus yang cukup meresahkan bagi bangsa ini. Pertama adalah mulai terkuaknya fakta dan opini yang menjurus pada satu statement:”Lembaga Peradilan kita sudah tidak bisa dipercaya”. Peristiwa kedua adalah terjadinya anarkisme antara kedua belah pihak, polisi dan mahasiswa, yang membuat lembaga penegak peradilan (Polisi) mulai dipertanyakan kredibilitasnya. Pada intinya, seolah-olah ada rencana besar untuk membuat ketidakpastian hukum di Negara kita. Baca lebih lanjut

Komik Telmat Chapter 3a: “We can Fight!”

Alhamdulillah, setelah beberapa minggu tidak terbit, akhirnya Chapter 3a dari Komik Telmat telah terbit. Selamat menikmati (di “page” komik telmat).

MENYIKAPI AHMADIYAH

Beberapa pekan ini, masyarakat Indonesia, terutama umat Muslim, diributkan dengan masalah Ahmadiyah (sekarang SKB Ahmadiyyah telah turun). Beberapa kalangan menginginkan Ahmadiyah untuk dibubarkan di Bumi Pertiwi ini. Tetapi, ada pula kalangan yang membela eksistensi Ahamdiyah di Negeri kita yang tercinta ini. Problem ini hanyalah satu dari sekian tanda bahwa masyarakat Muslim di Indonesia memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menyikapi suatu masalah. Kasus perbedaan pendapat ini merupakan warisan yang telah turun temurun. Kita mendengar dalam sejarah tentang kehadiran kaum Khawarij, Mu’tazilah, Syi’ah dan Sunni dan yang lainnya. Bagaimana sebetulnya Islam menyikapi kasus perbedaan ini? Baca lebih lanjut